Sebagai inti dari sistem kompensasi daya reaktif, kapasitor tegangan rendah memerlukan perawatan harian yang tidak hanya penting untuk operasi peralatan yang stabil tetapi juga kunci untuk memastikan keselamatan listrik. Berikut adalah tips perawatan harian penting untuk kapasitor tegangan rendah, yang diorganisir ke dalam lima dimensi: inspeksi, kontrol suhu, pembersihan, pengujian, dan keselamatan.
1. Inspeksi Visual dan Operasional Harian
Inspeksi Visual: Selama putaran harian, perhatikan dengan saksama casing kapasitor untuk setiap deformasi, tonjolan, retakan, atau tanda-tanda kebocoran minyak/rembesan.
Pendengaran: Kapasitor yang beroperasi harus tetap tenang. Jika Anda mendengar suara atau getaran abnormal, biasanya itu menunjukkan cacat internal.
Pemeriksaan Indikator: Verifikasi bahwa lampu indikator tiga fase berfungsi dengan baik dan bahwa indikator daya pengontrol, status alarm tegangan lebih/arus lebih normal.
2. Kontrol Suhu dan Lingkungan
Manajemen Suhu yang Ketat: Suhu adalah 'konsumen umur' kapasitor. Suhu lingkungan operasi tidak boleh melebihi 40°C; perhatian khusus diperlukan saat suhu musim panas yang tinggi.
Pastikan Ventilasi yang Baik: Pastikan tidak ada penumpukan puing dalam jarak 1 meter di sekitar kabinet kapasitor dan lubang ventilasi tidak terhalang. Jika kabinet dilengkapi dengan kipas ventilasi paksa, periksa apakah kipas beroperasi dengan benar.
Pemantauan Suhu: Secara teratur gunakan termometer inframerah untuk mengukur suhu terminal busbar, terminal kapasitor, dan kontak kontaktor. Suhu maksimum tidak boleh melebihi 70°C.
3.Pembersihan dan Pengencangan Sambungan
Penghilangan Debu Secara Teratur: Penumpukan debu dapat menyebabkan korsleting elektrostatik atau mengganggu pembuangan panas. Bersihkan debu secara teratur dari casing kapasitor, busing porselen, dan braket menggunakan udara tekan bebas air atau kain lembut (Catatan: Pembersihan harus dilakukan dengan daya dimatikan).
Perketat Sambungan: Setelah kapasitor mulai beroperasi, periksa secara berkala semua titik sambungan dan sekrup terminal untuk memastikan tidak longgar. Kontak yang buruk adalah penyebab umum pemanasan peralatan dan bahkan kebakaran.
4.Pengujian Parameter Listrik
Keseimbangan Arus Tiga Fase: Saat kapasitor beroperasi, arus tiga fase harus seimbang secara mendasar (deviasi yang diizinkan ≤10%). Deviasi yang berlebihan menunjukkan bahwa kapasitor atau kontaktor mungkin rusak.
Pengujian Penurunan Kapasitansi: Ukur nilai kapasitansi secara berkala menggunakan instrumen khusus (seperti jembatan LCR). Jika penurunan kapasitansi melebihi 10%, kapasitor dianggap gagal dan harus diganti.
5.Operasi Aman dan Penanganan Gangguan
Matikan Daya dan Discharge: Sebelum melakukan operasi pemeliharaan apa pun, catu daya harus diputuskan. Karena karakteristik penyimpanan energi kapasitor, setelah pemadaman, Anda harus menunggu hingga benar-benar habis dan pastikan tidak ada muatan sisa sebelum menyentuh.
Penanganan Trip: Ketika bank kapasitor trip, jangan langsung menutup kembali secara membabi buta. Penyebab trip harus diidentifikasi terlebih dahulu dan gangguan diperbaiki sebelum dienergikan kembali.
Penggantian Tepat Waktu: Begitu kapasitor menunjukkan tanda-tanda menggembung, kebocoran oli, kebakaran, atau penurunan kapasitas yang signifikan, segera hentikan operasinya dan ganti sesegera mungkin untuk mencegah kecelakaan sistem yang lebih serius.


